• Pengetahuan 15.04.2009

    Sherlock Holmes adalah seorang detektif FIKSI yang terkenal, berasal dari London, Inggris. Tokoh ini dibuat oleh Sir Arthur Conan Doyle (bagi yang suka baca komik Detective Conan, pasti tau klo nama ini merupakan asal muasal si Shinichi pake nama Conan).

    Nah Sherlock Holmes ini sering ditemani oleh sahabatnya yang bernama dr.Watson (gw lupa nama panjangnya siapa). Klo kalian pernah baca novelnya, kisah tersebut diceritakan dari sudut pandang dr.Watson.
    Sherlock Holmes juga mempunyai sodara yang bernama Mycroft. Keahliannya dalam analisis ga kalah hebat dengan Sherlock, bahkan lebih hebat (akuan dari Sherlock sendiri di novelnya, tp gw lupa novel yang mana).

    Ada istilah “Ga ada yang sempurna di dunia ini.”
    Nah ini berlaku juga di Sherlock. Dengan segala kelebihannya, dibarengi dengan kejelekannya. Hal yang paling gw ga suka dari Sherlock adalah dia pecandu morfin dan perokok berat (Beuuuuuhhhh…….).
    Jangan ditiru gan… Ambil yang baik2 aj klo mau….

    OK cukup dengan profilnya…..
    Yang terpenting dari seorang detektif itu adalah cara berpikir untuk menyelesaikan sebuah kasus / masalah.
    Pola pikir dan metode-metode yang dipakailah yang membuat para detektif hebat.

    Kita ambil contoh Hercule Poirot (detektif buatan Agatha Christie), metode dia adalah dengan bertanya ke semua orang yang bersangkutan dengan suatu kasus.
    “Sapa yang mempunyai alibi?”
    “Sapa yang berbohong?”
    “Kenapa dia berbohong?”
    Pertanyaan semacam itulah yang didapat saat membaca novel Poirot.

    Lain ladang lain belalang, lain lubuk lain pula ikannya.
    Untuk Sherlock Holmes, dia mempunya metode mengumpulkan semua bukti-bukti yang ada d tempat kejadian, menganalisisnya untuk mendapatkan suatu kesimpulan. Metode ini bernama Holmesian Deduction.
    Gimana caranya? Apakah bisa dipraktekan?

    Kita lihat jawabannya in the next post!!

    Posted by zuko89 @ 3:10 pm

    Tags: